Rembuk Stunting Desa Besuki, Wujud Sinergi Mewujudkan Generasi Sehat dan Bebas Stunting
Situbondo – Komitmen bersama dalam mencegah dan mempercepat penanganan stunting terus diperkuat melalui kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Balai Desa Besuki, Dusun Kauman, Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut menjadi wadah koordinasi dan edukasi bagi seluruh elemen masyarakat dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Besuki Yakup Alaex Susanto, S.T., Kepala UPT Puskesmas Besuki, Kepala Desa Besuki Husamah Bahres, Babinsa Desa Besuki Serma Hamzah, Bhabinkamtibmas Bribda Gazal, tenaga medis UPT Puskesmas Besuki, perangkat desa, serta para kader Posyandu.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Besuki menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama keluarga sebagai garda terdepan dalam pemenuhan gizi dan pola asuh anak.
Sementara itu, Camat Besuki mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil dan balita sebagai langkah strategis dalam menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Besuki.
Materi sosialisasi kesehatan yang disampaikan oleh Ahli Gizi UPT Puskesmas Besuki, Ibu Fitri, memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, serta pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk berkonsultasi langsung terkait kesehatan anak dan pencegahan stunting.
Babinsa Desa Besuki, Serma Hamzah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan dukungannya terhadap program percepatan penanganan stunting. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, TNI-Polri, kader Posyandu, dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak, sehingga kasus stunting dapat dicegah sejak dini. Anak-anak yang sehat adalah investasi masa depan bangsa,” ujar Serma Hamzah.
Rembuk Stunting ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan kesehatan balita secara berkala, pemenuhan gizi yang baik, serta deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko stunting.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Desa Besuki optimistis mampu mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan bebas stunting menuju Indonesia Emas 2045.
Tidak ada komentar: